Aku Menulis Tulisanku · Nulis Random 2017

Toleransi?

Saya betul-betul sudah geram dengan istilah “Toleransi” yang lebih kepada menyamaratakan suatu hal. Apa lagi ini sudah masuk akhir tahun dan berdekatan dengan perayaan umat agama lain. Merasa telah bertoleransi dengan mengucapkan selamat berlebaran maka berharap umat muslim juga melakukan hal yang serupa di hari besar umat lain? Bila kami tidak mengucapkannya karena memang begitulah… Continue reading Toleransi?

Aku Menulis Tulisanku · Nulis Random 2017

Kadang Kita Butuh…

picture source from http://www.designzzz.com Kadang kita butuh resah untuk jadi tenang. Kadang kita butuh ceroboh untuk jadi waspada. Kadang kita butuh tinggi untuk tahu sakitnya jatuh ke bawah sana. Kadang kita butuh jurang untuk mengumpulkan semangat berkobar agar bisa naik ke atas puncak. Kadang kita butuh takut untuk dipangkas dengan berani.       Kadang… Continue reading Kadang Kita Butuh…

Aku · Aku Menulis Tulisanku · Lensa Bercerita

Enggak Pakai Modal

Jadi ceritanya begini… Aku menang dalam sebuah kompetisi dimana hadiahnya adalah actioncam. Satu dan lain hal, aku pengin jual actioncam keluaran terbaru tersebut. Ada kebutuhan mendesak dan memang aku perlu dana. Jadi actioncam ini aku jual dengan harga sesuai pasarannya. Teman-teman yang tahu soal kemenanganku di kompetisi tersebut jadi menyinggung-nyingung si actioncam kalau-kalau ketemu di kantor atau dimana saja. Maka sekalian saja… Continue reading Enggak Pakai Modal

Aku Menulis Tulisanku

Ide

Aku sering mengalami ini. Sampai akhirnya mengerti, kalau berkarya itu musti punya stok sabar yang unlimited. Bahkan menunggu juga bagian dari sebuah proses. Yang kita rasakan seperti menunggu, setelah sekian tahun baru aku mengerti, ini seperti proses matangnya buah mangga di pohon. Dari luar kita menunggu buahnya matang, tapi di dalam mangga itu sendiri terdapat proses… Continue reading Ide

Aku Menulis Tulisanku · Nulis Random 2017

Ngeri

Melihat banyak hal yang terjadi di saat kantong ilmu kian hari kian mengembang karena terisi. Makin kesini makin sering ngeri. Melihat anak kecil sudah bicara kasar, ngeri. Ibu-ibu membentak ibu-ibu lain di hadapan anak yang masih balita, ngeri. Dengar berita di tv, ngeri. Laki-laki pakai make up, ngeri. Perempuan tak lagi memelihara malu, ngeri. Tertawa terpingkal-pingkal… Continue reading Ngeri

Tak Berkategori

Istimewah

Dulu kupikir istilah ini dipakai hanya untuk menyenangkan hati teman-teman kita yang tak biasa. Katakanlah manusia normal pada umumnya memiliki fungsi tubuh yang sempurna dan saling berkaitan seperti sistem mesin— bukan… Bukan… Aduh! Bahaya! Aku kesulitan menemukan padanan kata yang tepat. Aku minta maaf bila pada akhirnya ucapan dalam tulisan ini jadi agak kasar. Bukan itu… Continue reading Istimewah

Aku Menulis Tulisanku · Nulis Random 2017

Pertunjukan

Kalau kata Nicky Astria, dunia ini panggung sandiwara. Masuk era digital, kupikir dunia ini sudah jadi panggung pertunjukan. Demi sebuah pengakuan, semua dipertontonkan. Aku kurang paham dari mana asal mulanya manusia sekarang jadi ketergantungan sekali dengan pengakuan, rasa ingin diakui atau semacam… ingin dianggap ada oleh sesama manusia. Aku sempat kangen dengan masa-masa tahun 1990-2000 awal.… Continue reading Pertunjukan

Aku Menulis Tulisanku · Nulis Random 2017

Bodoh Sejagad Raya 5

“Kamu marah?” Hanya itu yang ada di kepala Gian. Sisanya blank! Entah mengapa hanya dengan satu kalimat Damara, Gian disulap jadi gagu dan merasa dungu seketika. Damara sontak tertawa dengan pertanyaan Gian. Belum genap hatinya mendadak pilu dengan ucapan Damara, sekarang ditambah lagi dengan berondongan tanda tanya yang menerpa kepalanya. Apa yang lucu? Ada apa… Continue reading Bodoh Sejagad Raya 5

Tak Berkategori · Uncategorized

Pertamina Barokah Menjelang Resign

Aku kaget waktu pulang ke rumah tahu-tahu ada Emil duduk bersila di lantai teras. “Hai, Na.” Begitu sapanya santai waktu sepeda motorku parkir tepat di depannya. Tanpa ba-bi-bu Emil bilang mau buka puasa bareng di rumahku. “Tadi aku sudah belanja. Aku bawa sayur sama buah. Kita bikin capcay ya, Na. Sekali-kali kita jadi herbivora malam… Continue reading Pertamina Barokah Menjelang Resign

Aku Menulis Tulisanku · Nulis Random 2017

Bodoh Sejagad Raya 3

“Jabatan kamu apa sih? Manager? Eksekutif? Heh? Posisi kamu apa sih? Marketing? Public Relation? Sekretaris Vice Precident?” Adalah Damara yang marah besar dengan kelakuan orang-orang kantor yang tetap merecoki Gian bahkan dihari-hari libur. Saat itu mereka baru dua bulan berpacaran. “Kamu itu Building Maintenance, kan? Atau kamu sudah pindah departemen dan aku satu-satunya orang yang… Continue reading Bodoh Sejagad Raya 3

Aku Menulis Tulisanku · Nulis Random 2017

Bodoh Sejagad Raya 2

Sampai di tempat yang telah dijanjikan, Gian terlambat satu jam. Tidak ada ungkapan maaf atau sekedar mengeluhkan sesuatu yang membuatnya terlambat. Tidak ada! Gian datang dengan wajah kusut. Begitu duduk, lantas ia menjejerkan tiga smartphone berbeda merk dan kartu provider. Mengeceknya satu-satu dan kadang meraihnya bila ada salah satu yang berdering. Bahkan akhirnya Damara yang… Continue reading Bodoh Sejagad Raya 2

Aku Menulis Tulisanku · Nulis Random 2017

Bodoh Sejagad Raya

Neira sudah standby di posisinya sejak lima belas menit yang lalu. Menunggu. Jemarinya mengetuk-ngetuk di stir mobil. Bukan mengikuti ketukan musik yang sedang diputar di radio, tapi cemas. Neira mulai cemas. Diliriknya jam tangan yang ketika di sentuh layarnya, maka ia akan berpendar otomatis. Jam sembilan tepat. Memang Neira sengaja datang lebih cepat. Tidak ada… Continue reading Bodoh Sejagad Raya

Aku Menulis Tulisanku · Nulis Random 2017

Malah Jadi Rindu

Anak rambut mencuat di sisi-sisi wajah tidak lagi ia hiraukan. Selapis minyak wajah dibiarkan mengkilap begitu saja. Begini jadinya bila musik dari lubang earphone—bervolume sedang—kawin dengan gemericik hujan besar di luar sana dan emosi yang mengalir deras dalam dirinya. Silih berganti pengunjung datang dan pergi, sudut antar tangkai jam dinding bergulir, bagi Kanya, semua berhenti… Continue reading Malah Jadi Rindu

Aku Menulis Tulisanku · Nulis Random 2017

Janji

Aku belum pernah sebingung ini. Banyak waktu yang terbuang hanya untuk menata. Menata air muka bagaimana harus bereaksi. Menata ucapan bagaimana harus bertutur dengan pantas. Menata sikap bagaimana cara menyambut kesempatan ini tanpa meninggalkan gores barang setitik di hatimu. Sejak saat itu aku bingung. Kenapa aku merasa perlu menatanya.

Aku Menulis Tulisanku · Nulis Random 2017

Kita Sering Lupa

Apa yang pernah kamu pikirkan soal kuasa? Kita sering bilang, “Ini semua kuasa Tuhan.” Tapi berdecak mulut kita waktu bertemu dengan hal-hal sepele. Lupa kalau kaki kita pasti berhenti bukan karena dihalang gunung atau tebing cadas kokoh tak terbantahkan, tapi kerikil kecil yang nyelip di dalam sepatu. Kerikil juga sepele.

Aku Menulis Tulisanku · Nulis Random 2017

Pinjam Kebahagiaan

Rumi tak menemukan Firaz dimana-mana. “Pak Firaz ada di pantai, mbak.” Kata salah satu karyawan Firaz seminggu yang lalu. Makin hari jawabannya makin singkat. Dua hari yang lalu dia bilang, “Bapak di pantai, mbak.” Kemarin dia bilang, “Di pantai, mbak.” Katanya, padahal aku belum bertanya. Dan hari ini karyawanmu berkata singkat sekali, “Seperti biasa…” dengan… Continue reading Pinjam Kebahagiaan

Aku Menulis Tulisanku · Nulis Random 2017

Berhenti Bicara 3

Aku ingat, Kay, dulu kamu juga pernah begini. Seminggu kamu gelar aksi diam seribu bahasa ketika ayahmu melayangkan gugatan cerai pada ibumu. Waktu itu kita baru injak masa remaja. Ketika anak-anak lain seumuran kita akan melampiaskan kekesalan kepada hal-hal yang kontroversial, kamu justru diam. Ya, persis seperti ini, Kay. Aku menduga kamu sedang marah, amat… Continue reading Berhenti Bicara 3

Aku Menulis Tulisanku · Nulis Random 2017

Berhenti Bicara

Jam lima sore, aku sudah menunggumu di depan kantor. Sengaja hari ini aku pulang cepat, izin ke atasan ada urusan keluarga, mendadak. Dibilang keluarga, sebenarnya kamu bukan siapa-siapa, tapi ibumu sudah kuanggap sebagai ibuku juga. Tak ada ikatan sosial, biarkanlah kuanggap kamu keluarga di urusan yang satu ini, Kay. Terserah kamu anggap aku apa.

Aku Menulis Tulisanku · Nulis Random 2017

Luka Ayah

Pintu kamar terbuka setelah Ahsan selesai dirias. Numa mengintip dari celahnya, dari luar. “Hai Numa… Oh-wow, kamu… cantik.” Ahsan bicara apa adanya. Adiknya yang kini tak lagi kanak-kanak, yang kalau senyum bisa bikin meleleh banyak hati kaum adam, betulan cantik dia dibalut kebaya lembayung dan rambut disanggul sederhana.

Aku Menulis Tulisanku · Nulis Random 2017

Jujur

“Yana aku mau jujur.” Katamu tiba-tiba setelah semenit lalu kita membahas kuah kaldu seblak yang gurihnya juara, yang gerobaknya selalu standby di seberang gerbang kampus. “Aku mau jujur.” Ulangmu lagi. Kulihat kamu membenarkan posisi duduk, jadi lebih tegak. Aku yang sedang mengiris wortel jadi ikutan menegak. Fela yang ku kenal memang selalu jujur. Bahkan nasi goreng kemanisan… Continue reading Jujur

Aku Menulis Tulisanku · Nulis Random 2017

Pagi

Pagi itu milik seluruh umat. Dari yang mensyukuri apa yang dimiliki hingga yang menghardik mentari mengapa terbit setiap pagi. Dari yang terpana oleh skenario semesta hingga yang tutup mata-telinga karena hatinya terluka. Kena gores ujung panah. Dari yang bahagia karena doanya diijabah hingga yang mengerang sakit oleh amarah. Dari yang mengeluhkan nyeri hati hingga yang… Continue reading Pagi

Aku Menulis Tulisanku · Uncategorized

Kenapa Blog Sepi Begini?

Bahkan untuk menentukan kalimat pertama di postingan ini saja saya sampai mikir. Sudah maret aja dan ini adalah postingan pertama di tahun 2017. Yeay!—entah “yeay” untuk apa yang penting “yeay” saja. Banyak yang terjadi tapi blog ini malah menyepi. Banyak yang bisa ditulis namun blog ini makin menyendiri. Mau gimana lagi. Bahkan mendiamnya saya juga bagian… Continue reading Kenapa Blog Sepi Begini?

Aku · Aku Menulis Tulisanku

Pengingat

Hal ini sudah sering kali terjadi tapi aku selalu saja lupa. Benar juga, nampaknya aku butuh pengingat. Perubahan pola aktifitas yang drastis memang butuh waktu untuk membiasakan diri. Transisi. Setengah diriku senang akhirnya bisa diterima kerja tanpa perlu merantau lagi. Tapi setengahnya lagi resah, waktu 8 jam full akan habis di kantor yang berjarak  1… Continue reading Pengingat

Mata Kata Sajak

Jawaban Dewa #end

Gadis ini termangu cukup lama. Setelah ini adalah kertas terakhir. Setelah ini adalah penentuan terfinal. Apakah uji coba ini berhasil atau justru gagal total. Mala kembali menghela napas dalam-dalam. Entah mengapa ia merasa perlu untuk bersiap-siap. Kertas ketiga bergulir ke belakang. Untukmu Nirmala Zahwa, Tuhan bilang kita itu makhluk yang paling sempurna. Sempurna bagiku berarti… Continue reading Jawaban Dewa #end

Mata Kata Sajak

Jawaban Dewa #2

Bibirnya melengkung penuh getir. Sungguh sekian tahun sudah berlalu namun sisa jejaknya masih terasa juga. Akankah uji coba ini gagal adanya? Mala menggeleng samar. Belum bisa ditarik kesimpulannya. Lantas ia memindahkan kertas pertama di belakang kertas terakhir. Sekarang giliran kertas kedua.             Untukmu, Nirmala Zahwa.             Kebanyakan manusia mengira bahwa merekalah yang memiliki kehidupan. Padahal,… Continue reading Jawaban Dewa #2

Mata Kata Sajak

Jawaban Dewa #1

            Mala menghitung-hitung dengan kalender imaginer di dalam kepala. Transisi gelap sisa semalam nampaknya akan tetap temaram. Mendung menggantung-gantung di langit yang seharusnya cerah-meriah. Kalau begini, Mala jadi punya teman untuk bersendu sebelum rutinitas mencambuk. Semenit berlalu, ia belum berhasil menemukan jawabannya. Rasanya sudah bertahun-tahun. Rasanya sudah sangat jauh. Rasanya sudah tak lagi tersentuh. Rasanya Mala… Continue reading Jawaban Dewa #1

Mata Kata Sajak

Kabari Aku

Ana menutup keras bukunya. Timbul suara berdebam. Angin akibat hentakan kedua sisi buku menerpa wajah. Wajah pualam sedingin angin tengah malam. Buku ia letakkan kasar ke atas meja. Berdebam lagi. Ia mendengus kesal dan beranjak dari kursi bacanya. Semua buku sama saja. Semua cerita begitu-begitu saja. Muak.

#DSLT

#DSLT Buku Ini Tentang Apa?

Ini juga jadi pertanyaan yang sering banget aku terima. Bisa saja sih, aku tinggal arahkan teman-teman untuk langsung klik link ini dan sampel buku bisa langsung didownload dari sana. Atau yang sering main ke instagram, bisa langsung klik link yang ada di bio dan sampel buku bisa langsung didownload.

#DSLT

#DSLT Kenapa Harus Pre-Order Dulu?

Akan selalu ada Karena di setiap Kenapa. Satu-satu saya jawab disini ya. Kenapa bukunya enggak dijual di toko buku? Karena sistem penjualan buku Deadly Storm Lightning Thunder tidak melalui benerbit nasional, melainkan self publishing. Singkatnya, self publishing itu penerbitan buku secara indie dimana semua proses kreatif, cetak sampai marketing pemasaran semua dilakukan sendiri oleh penulis. Jadi di buku pertama… Continue reading #DSLT Kenapa Harus Pre-Order Dulu?

#DSLT

#DSLT Sejak Kapan Suka Menulis

Entah sejak kapan menulis bisa jadi sebuah cita-cita untuk aku. Dulu malah sempet blah-bloh kalau ditanya soal “Besok mau jadi apa?” Semua terjadi begitu saja dan bahkan aku sendiri enggak sadar kalau ternyata aku sudah bergerak sejauh ini, sekonsisten ini dan sedalam ini.